Mengubah Pandangan Generasi Z (Gen Z) terhadap Profesi Petani

Oleh: Salsabilla Alfianti Salja 


Generasi Z, yang dalam banyak literatur disebut sebagai generasi yang lahir antara tahun 1997-2012, yang saat ini mendominasi populasi masyarakat. Generasi ini, sering disebut sebagai Gen Z, dikenal sebagan  generasi yang  melek akan teknologi dan memiliki pemikiran yang kritis. Sebagai generasi yang lahir di era digital, pola hidup mereka sangat bergantung pada teknologi dan cenderung menyukai pekerjaan yang fleksibel. Maka, wajar jika tren di kalangan mereka menunjukkan kecenderungan akan pekerjaan yang berbasis teknologi, seperti menjadi konten kreator atau sejenisnya.

Sejalan dengan hal ini, Generasi Z sebenarnya diharapkan dapat berkontribusi dalam dunia pertanian. Sayangnya, kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi canggih tidak sejalan dengan motivasi merka untuk menjadi petani. Banyak anak muda yang menganggap profesi petani sebagai pekerjaan yang kurang menarik dan tidak bergengsi, terutama di tengah kemajuan teknologi dan gaya hidup modern. Padahal, jika dikelola secara modern, bertani memiliki potensi ekonomi yang besar dan sangat menjanjikan.

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah serta kondisi cuaca yang mendukung sektor pertanian. Namun, sayangnya jumlah petani muda terus menurun. Data dari Badan Pusat S11tatistik (BPS) tahun 2019 menunjukkan bahwa dari total 33,4 juta petani, hanya 8% atau sekitar 2,7 juta orang yang berusia 20-39 tahun. Sementara itu, sekitar petani berusia di atas 40 tahun, dengan mayoritas mendekati usia 50-60 tahun. Tanpa regenerasi petani, Indonesia berisiko menghadapi masalah serius, terutama dalam ketahanan pangan.

Banyak Gen Z yang tidak berniat menjadi petani karena gengsi dan stigma masyarakat yang cenderung mengukur kesuksesan dari pekerjaan di bidang perkantoran atau sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, mayoritas Gen Z lebih memilih profesi yang dianggap "keren," seperti bekerja di perusahaan rintisan (start-up) atau menjadi konten kreator. Mereka beranggapan bahwa bertani adalah pekerjaan berat dengan penghasilan yang tidak pasti.

Namun, bertani sebenarnya bisa menjadi sumber pendapatan yang besar jika dikelola dengan cara yang modern. Dengan perkembangan teknologi saat ini, profesi petani memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. Sebagai contoh, petani yang mengelola sayur atau buah organik berkualitas tinggi dapat meraup keuntungan puluhan juta rupiah setiap bulan. Selain itu, teknologi modern membuat pekerjaan petani menjadi lebih mudah, efisien, dan terstruktur.

Teknologi juga dapat menjadi daya tarik bagi anak muda. Banyak inovasi yang membuat bertani lebih modern, seperti sistem irigasi pintar, drone untuk memantau lahan, atau sensor yang memberikan informasi kondisi tanah secara real-time. Selain itu, platform e-commerce kini memungkinkan petani menjual hasil panen langsung kepada konsumen tanpa perantara, sehingga pendapatan mereka bisa meningkat signifikan.

Pemerintah juga berupaya menarik minat Generasi Z ke sektor pertanian melalui program seperti Petani Milenial. Program ini menyediakan pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan untuk mendorong anak muda terjun ke dunia pertanian. Dengan pelatihan tersebut, Gen Z diharapkan menyadari bahwa bertani bukanlah pekerjaan kuno. Justru, di era modern ini, bertani dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan, keren, menguntungkan, dan membanggakan.

Namun, pertanyaan yang muncul adalah: mengapa Gen Z masih enggan terjun ke sektor ini? Apa sebenarnya akar permasalahan yang membuat mereka tidak tertarik menjadi petani?

Faktor internal seperti mindset dan gengsi Gen Z terhadap profesi petani, serta preferensi terhadap pekerjaan yang fleksibel, juga menjadi penghambat. Pekerjaan di sektor pertanian sering dianggap berat dan tidak memberikan penghasilan yang stabil. Faktor lain dari sisi eksternal yang memengaruhi adalah minimnya informasi dan edukasi tentang peluang di bidang pertanian. Untuk menarik minat Gen Z, perlu dilakukan berbagai upaya, seperti pelatihan, edukasi, dan sosialisasi yang mengubah pandangan negatif tentang profesi ini. Selain itu, dukungan berupa akses teknologi dan modal yang memadai juga sangat penting agar mereka dapat melihat bertani sebagai peluang karier yang menjanjikan.

Oleh karena itu, untuk membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi profesi yang menjanjikan bagi Gen Z, kita perlu memanfaatkan teknologi modern seperti pertanian hidroponik, penggunaan drone dalam pertanian, dan program-program pemerintah seperti Petani Milenial. Solusi yang dapat diterapkan lainnya juga bisa melalui peningkatan edukasi dan pelatihan, perubahan mindset Gen Z, penyediaan akses modal dan teknologi, pembentukan komunitas petani muda, serta pembangunan infrastruktur pendukung, seperti platform khusus hasil pertanian. Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan influencer, informasi ini dapat tersebar luas sehingga minat Gen Z terhadap profesi petani meningkat.

Mari kita ubah cara pandang tentang pertanian agar sektor ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Indonesia.

 


Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Mantap, sangat bermanfaat👏🏻

    BalasHapus
  3. Mantap sekali👍 semoga dengan adanya informasi seperti ini bisa membuka pandangan Gen Z terhadap usaha bertani, dan jadi petani itu adalah suatu profesi yang menjanjikan

    BalasHapus
  4. Wuahhh mashaAllah luar biasa memberikan edukasi yang positif dan sangat bermanfaat 👏🏻

    BalasHapus
  5. Benar sudah seharusnya masyarakat terutama gen z tidak memandang remeh profesi ini

    BalasHapus
  6. wow keren, sangat bermanfaat 👍🏻

    BalasHapus
  7. Wah keren, untuk mengunggah petani muda💪💪🔥

    BalasHapus
  8. Saya sangat setuju dengan artikel ini. Semoga melalui artikel ini mampu mengubah stigma generasi muda yang beranggapan bahwa profesi petani bukanlah profesi yang keren dan menjanjikan kesuksesan

    BalasHapus
  9. Great...sangat bisa utk membuka mindset gen z tentang profesi petani..🔥

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Benar, semoga melalui artikel ini dapat mengubah mindset Gen Z bahwa profesi petani adalah profesi yang keren dan menjanjikan kesuksesan👍🏻. Dan diharapkan pemerintah harus lebih mendukung petani dengan infrastruktur dan teknologi yang memadai.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUAL BELI BERTEMPO DI ACEH: ANTARA KEARIFAN LOKAL DAN KEPATUHAN SYARIAH

Aceh: Surga Tersembunyi dengan Potensi Wisata yang Belum Tersentuh Maksimal